apakah ayah dan ibu anda sekarang sudah renta?
apakah mereka masih bisa makan dan minum sendiri tanpa disuapin?
begitu juga dengan kegiatan lainnya, apakah mereka masih sanggup sendiri atau harus anda bantu?
suatu saat, sebuah keluarga yang terdiri dari seorang anak laki-laki, seorang ayah yang pastinya juga laki-laki (anak si kakek), seorang ibu dan seorang kakek tinggal di sebuah rumah sederhana, dengan kondisi keluarga yang lumayan berada tapi tetapi cukup pelit untuk keluarga se-lumayan itu..
si kakek belum terlalu tua, tetapi sudah tidak cukup muda untuk bisa makan, minum dan lainnya sendiri..tangannya, jemarinya, kakinya sudah cukup kaku untuk melakukan kegiatan sendiri..ia butuh ditemani, dibimbing, dibantu, disuapin, dituntun dan seterusnya..mungkin ini semua efek dari kerja kerasnya sewaktu muda yang banting tulang demi keluarganya, demi anak-anaknya..demi masa depan mereka..demi..demi..demi..dan demi..dan itu yang sering KITA lupakan.. KITA LUPAKAN..
suatu hari, saat makan malam, karena tangan dan jemarinya yang kaku, ia kesulitan untuk memasukkan sendok ke dalam mulutnya, sehingga makan malam tersebut tidak dapat dinikmatinya..bahkan, tangannya yang kaku tidak sengaja menyenggol sebuah piring dan pjarrrrr…pecah membanting lantai…si anak melihat si kakek penuh iba, tetapi buru-buru si ayah setengah membentak anaknya, “rio, makan”, seolah mlarang si anak untuk tidak boleh memiliki keinginan untuk membantu kakeknya..satu lagi pjaarrrrr..kali ini sebuah gelas..
beberapa hari kemudian, si ayah memutuskan untuk membuat tempat sendiri untuk si kakek yang tidak lain bapak kandungnya sendiri, tempat makan sendiri, piring sendiri dari bahan sterofom, gelas sendiri dari bahan plastik..si kakek sangat terpukul, dalam keadaan kaku seperti itu, ia butuh dibantu, disuapin, dituntun, bukan malah diasingkan seperti ini..setiap makan ia kesusahan, ia nangis, sedih, terpukul…
kejadian ini terjadi setiap hari..hingga suatu malam, si ayah tidak mendapati anaknya di kamar, ia pun mencari dan akhirnya menemukan anaknya di kamar si kakek, betapa terkejutnya ia mendapati anaknya sedang duduk di sebelah si kakek yang sedang tertidur sambil menggunting-gunting kertas menjadi bentuk beberapa buah piring..
si ayah bertanya, “rio, buat apa piring kertas itu?”
si anak menjawab dengan polos, “rio bikin piring kertas buat ayah nanti setelah tua”
duarrrrr..seketika si ayah tersadar, terpojok sekali hatinya, terpukul oleh jawaban anaknya..ia pun tersadar akan segala sikap dan perilakunya yang sangat-sangat tidak pantas kepada si kakek yang tidak lain bapak kandungnya sendiri..
apakah KITA seperti si ayah?
hmmmm..rawatlah mereka sebaik-baiknya di usia rentanya nanti..
saat KITA diberi kesempatan merawat ayah ibu kita di masa renta, maka salah satu pintu surga ada di hadapan kita, tinggal tergantung kita, mau membuka pintu tersebut dan masuk atau menjauhinya..
..^-^..