suatu sore, seorang laki-laki separuh baya berprofesi sebagai penjual topi berjalan perlahan pulang ke rumah setelah kelelahan menjajakan topi-topi jualannya..ia menjual topi dari rumah ke rumah, dari desa ke desa, berangkat setiap pagi dan kembali di sore hari..untuk sampai ke rumah, ia harus melewati kebun karet yang dihuni oleh banyak kera (monyet)..sore itu ia masih membawa sekitar 11 topi sisa jualan..
sesampainya di kebun karet tersebut, ia merasa kelelahan, dan berniat untuk beristirahat sejenak..ia pun mencari pohon karet terbaik untuk dijadikan sandaran istirahat sejenak..saking lelahnya, ia pun tertidur sambil menutup wajahnya dengan sebuah topi..
beberapa menit kemudian, ia terbangun..saat terjaga, ia menyadari bahwa topi-topi jualannya sudah tidak ada di dekatnya, yang tersisa hanyalah topi yang ia gunakan untuk menutup wajahnya saat tertidur..sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya, ia melihat ke atas karena terusik dengan suara riuh sekumpulan kera yang ada di pepohonan, dan ternyata topi-topi jualannya telah dikuasai oleh sekumpulan kera tersebut..
bercampur aduk perasaan dalam hatinya, jengkel, marah, menyesal, sedih dan seterusnya..ia menyadari, kehilangan topi-topi itu adalah bencana bagi perekonomiannya dan keluarganya..
ia pun berfikir..beberapa saat kemudian ia terlihat sibuk mencari sesuatu di bawah pohon karet, kemudian menemukan sebuah biji karet..ia melemparkan biji karet tersebut ke arah sekumpulan kera dengan maksud menakut-nakuti agar topi-topi jualannya dikembalikan..kera-kera itu pun kemudian memetik biji-biji karet di sekitarnya dan membalas melempari si penjual topi..
tidak habis akal, ia kemudian mematahkan sebuah ranting pohon di sebelahnya dan melemparkan ranting ke arah kera-kera tersebut..kembali sekumpulan kera mencari ranting dan melemparkannya ke arah si penjual topi..
oooo..ia mendapat ide..ia kemudian mengambil topi tersisa yang tadi digunakan untuk menutup wajahnya saat tertidur dan melemparnya ke depan..alhasil sekumpulan kera tersebut akhirnya melemparkan topi-topi ke arahnya, dan ia pun meloncat kegirangan, topi-topi jualannya telah kembali..
separuh abad berlalu, kini giliran cucunya yang melanjutkan profesinya sebagai penjual topi di tempat yang sama dengan cara yang sama dan melalui kebun karet yang sama..
kisah terulang, ia tertidur di bawah pohon karet dan sekumpulan kera yang mungkin juga cucu-cucu kera sebelumnya mencuri topi-topi jualannya..saat terjaga ia menemukan hal yang sama dengan kakeknya..
ia berfikir, dan mengingat kisah sang kakek yang telah diceritakan di keluarganya turun-temurun..ia mengulanginya kembali, lempar biji karet dibalas biji karet, lempar ranting di balas ranting, dan ia bersiap-siap ke tahap selanjutnya, tahap yang paling menentukan, yaitu melempar topi yang ada di tangannya..
ia pun melempar ke depan, dan ia terkaget-kaget karena sekumpulan kera tersebut tidak mengikutinya, kera-kera tersebut menahan topi-topi di tangan masing-masing..seekor kera yang kemungkinan kepala suku kemudian berteriak sembari mengejek sang penjual topi dengan berkata “emang cuma loe yang punya moyang???”..
ejekan tersebut disambut tawa riang gembira sekumpulan kera dan menyisakan bermacam-macam perasaan di hari penjual topi, marah, jengkel, menyesal, kece dan lain sebagainya..
apa hikmahnya? silakan menyimpulkan sendiri.. setidaknya kita harus sadar bahwa untuk menghadapi kasus yang sama dalam kurun waktu yang berbeda, tidak bisa menggunakan teknik yang sama, harus ada improvisasi-improvisasi yang kita temukan, dan itu menuntut kreativitas pada diri kita masing-masing..